KADO TERINDAH DAN TERSTIMEWA (Part1 )


Gimana kabarmu? Aku harap kamu dalam keadaan yang baik selalu. Aku yakin dan percaya, wanita sholehah seperti kamu akan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa.
Sebelumya aku minta maaf jika message ini menyita waktumu.  Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan kamu, karena aku tetap menganggap kamu temanku. Tanggal 16 Maret besok aku wisuda, satu hari setelah ulang tahunmu. Maaf ya...aku ga bisa kasih kado apa2, mungkin berita ini bisa mewakili kado dari aku J
HAPPY BIRTHDAY
SEMOGA APA YANG KAMU INGINKAN DAN CITA2KAN DAPAT TERCAPAI
GOD BLESS YOU ALWAYS
GOOD LUCK GIRL...

Wassalam,


Tiara bener2 ga’ nyangka dengan message di inbox gmailnya ini. Tiara baru datang dari Jogja beberapa waktu yang lalu dan disambut dengan candaan dari adiknya yang mengetahui dari siapa message yang baru saja dibaca Tiara, Doni Putra Nugraha, orang yang selama ini dihindari dan diharapkan oleh kakaknya.
*****
Satu hari penuh Tiara berada dikamar sejak kedatangannya dari Jogja kemarin untuk liburan sebentar dirumah. Sudah satu bulan Tiara ga’ pulang ke Surabaya, Tiara merindukan suasana rumah dan candaan adiknya. Tapi liburan kali ini benar2 tidak menyenangkan buat Tiara. Tiara bener2 ga’ habis pikir, kenapa liburan kali ini harus terganggu dengan kabar dari orang itu?? Tiara ga’ ingin tahu tentang mas Doni, walaupun Tiara sering bersilaturahim dengan saudaranya.
Sekali lagi, pikirannya menerawang di depan netbook mungilnya. Seandainya kamu tahu mas, aku bener2 ingin jadi pendamping wisudamu, aku ingin ikut bersamamu merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan, bukan hanya sekedar berita kebahagiaan saja. Batinnya merintih, kenapa Allah masih memberinya kesempatan untuk didekatkan kembali dengan mas Doni. Toh sekalipun Tiara bersilaturahim dengan saudara mas Doni, tidak ada sama sekali yang menyinggung terlalu jauh soal mas Doni. Tapi ini, ini mas Doni sendiri yang mengirim message setelah hampir 2 tahun mereka tidak berkomunikasi.
“Hayo ngapain.....” suara Wendah, adik semata wayangnya membuyarkan semua lamunannya.
“Ga’ ngapa2in...napa? Sana tidur, katanya mau ikut jogging...” perintah Tiara yang langsung ditanggapi dengan cubitan kecil Wendah dilengan Tiara, pertanda diturutinya perintah kakak satu2nya itu.
“Siyyaaapp.....yuk tidur, ga’ usah mikirin mas Doni deh...hehehe”
*****

Comments