KADO TERINDAH DAN TERISTIMEWA (Part4)


Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang ter...baik untukmu
Dering ringtone dari Yovie Nuno membangunkan tidur nyenyaknya, siapa sih telepon malam2, batin Tiara.
                “Hallo, Assalamu’alaikum” suara Tiara terdengar malas                                                                          
               “Wa’alaikumussalam, met ulang tahun Tiara...gak lupa kan sama suaraku?” tanya suara diseberang yang langsung membuat Tiara membuka mata, tak percaya seolah mimipi.
                “Hah...mas Doni ya? Aku gak mimpi kan mas? Ehm...makasih mas masih ingat ulang tahunku” jawab Tiara sedikit terbata
                “Ya gak lah Ra...masak aku lupa ma ulang tahunmu. Sorry ya aku ganggu waktu tidurmu”
                “Oo...gapapa kok mas, lagian sekalian mau qiyam daripada ketiduran lagi. Makasih ya mas dah dbangunin” suara Tiara mulai lancar
                “Kalau gitu kamu qiyam dulu ya, ntar aku telepon lagi”
                “Sekarang aja ngobrolnya...lagian masih belum terlalu akhir kok” jawab Tiara
                “Sebaiknya kamu ngobrol dulu sama Allah, baru sama aku” sahut mas Doni lembut
              “Oke, ntar klo uda selesei aku sms ya mas? Assalamu’alaikum” salam Tiara menutup pembicaraan.
               Tiara lekas beranjak dan menuju padhasan mengambil air wudlu. Dia ingin menghadap pada Sang Maha Pencipta dan Pemberi di hari ulang tahunnya kali ini dengan segudang pengharapan.
Ya Allah Engkau disisiku, senantiasa melihat keadaanku, berilah aku kekuatan
Ya Allah...kabulkanlah permintaan yan berada jauh di sudut hati ini ya Allah...
Ya Allah berilah kekuatan pada jiwa ini...aku merayu padaMu
Ya Allah..hanya Engkaulah sebaik-baik Pendengar, sebaik-baik Pemberi, seandainya antara sadar dan aku pernah menyakiti kedua orangtuaku...Engkau ampunkanlah aku ya Allah...
Ya Allah...Engkau Maha Mengetahui...tak pernah sekali pun terdetik dihati ini untuk menyakiti hati Ibu Bapakku apa lagi membebani mereka...
Ya Allah,hambaMu ini takut...terlalu banyak dosa-dosaku padaMu
Ya Allah...Engkau Maha Pengampun, aku mohon ampunilah aku
Ya Allah...Engkau berilah aku kekuatan agar terus istiqomah dijalan kebenaranMu
Ya Allah...sesunguhnya tiada siapa yang lebih mengerti apa yang tersirat di qalbu ini melainkan Engkau
Ya Allah...jangan Engkau hentikan rahmat inayahMu kepadaku...tiada tempat lain bagiku untuk mengadu apalagi meminta...selain hanya padaMu
Ya Allah...janganlah Engkau pergi jauh dariku sekalipun dunia beserta seluruh isi ini lari menjauhiku...
Ya Allah...hanya Engkau yang Maha Kuasa...
Allahu Rabbi...
Kukuhkanlah anggota tubuhku untuk berbakti kepadaMu,
Teguhkanlah tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku,
Karuniakanlah kepadaku kesungguhan untuk bertaqwa kepadaMu,
Dan kebiasaan untuk meneruskan bakti kepadaMu,
Sehingga aku bergegas menujuMu bersama para pendahulu,
Dan berlari kearahMubersama-sama orang yang terkemuka,
Merindukan dekat padaMu bersama golongan orang-orang yang merindukanMu,
Jadikanlah aku dekat padaMu,
Seperti dekatnya orang-orang yang ikhlas dan takut kepadaMu,
Dan berkumpul di hadiratMu bersama kaum Mu’minin
Ya Allah...terima kasih Engkau telah wujudkan setiap doa hamba
Dan sampai detik inipun hamba masih meminta.
Ya Allah...jadikanlah hamba salah satu bidadariMu baik di dunia dan akhirat,
Ijinkanlah hamba menemani Jihadnya,
Jadikanlah hamba penyemangat dalam setiap langkah kakinya,
Teduhkanlah kami dalam rahmat dan ridhoMu,
Ya Allah...bisakah senyum hamba menghapus laranya?
Bisakah tatapan hamba mampu mengobarkan semangat jihadnya?
Bisakah belaian hamba mampu melembutkan hatinya untuk menerima kebenaranMu?
Bisakah kata-kata hamba melecuti gerak dakwahnya?
Bisakah tangis hamba mengingatkannya akan adzabMu?
Ya Allah...pemilik cinta suci nan abadi,
Bantulah hamba menjadi salah satu bidadariMU,
Aamiin ya rabbal’alamiin...
                Selesai menyelesaikan qiyamnya dan bertilawah sebentar, Tiara mengirimkan sms singkat,
                “sudah”
                Send +6285730223543
                “Gimana tadi curhatnya? Sudah semua?” todong mas Doni
                “Insha Allah sudah, mas Doni gimana?” tanya balik Tiara
                “Alhamdulillah,tapi ga selama kamu. Kamu minta kado apa aja? Kan ini aku dah telepon kamu...” jawab mas Doni enteng
                “Yeee...maksudnyaaa...”
                “I know what you want”
                Deg.. Ini orang kok sukanya aneh-aneh bikin kaget..email, telepon dan sok tahu,tapi Tiara suka dengan yang dilakukan mas Doni.
                “Halo halo...kok diem?”
                “Ehhmm...kan nunggu mas Doni nglanjutin obrolan”
                “klo gitu aku tanya, kamu kapan pulang ke rumah?”
                “Mang kenapa?”
                “Nanya aja...”
                “Ya udah, ga perlu tahu”
                “Yee..sewot... Udah, bilang aja kapan kamu pulang. Ntar aku kasih tau tapi jangan bo’ong lho!! Lagi ultah gak boleh bo’ong, ntar doanya gak diijabah Allah lho...”
                “Minggu depan mas”
                “Kamu datang naik kereta api kan? Oke, kalau gitu malamnya aku kerumah “
                “Hah??! Mau ngapain?”
                “Mau minta kamu ke Ibu Bapak buat nemenin aku selamanya” tentu saja Tiara kaget dengan jawaban itu. Sosok yang dikenalnya empat tahun lalu sebagai hadiah ulang tahunnya, kini dengan ijin Allah hadiah itu Tiara dapatkan lagi yang sempat Allah sembunyikan entah karena apa, dan ini benar-benar kado yang akan menjadi miliknya untuk selama hidupnya yang gak akan pernah hilang dan selalu ada untuk Tiara saat ia membutuhkan.
                “Halo...Ra?”
                “Eh, eengg..”
                “Gimana?”
            “Apa gak terlalu cepat? Kita baru nyambung dan belum ketemu sama sekali. Mas Doni yakin dengan permintaan ini?”
                “Tiara, bukankah proses seperti ini yang kamu inginkan? Aku percaya sama kamu Ra..aku butuh kamu..aku butuh perempuan yang bisa nerima dan support aku seperti yang kamu lakukan selama ini” jelas mas Doni
                “Lho..aku gak nglakuin apa-apa mas..bahkan aku gak mencoba mencari tahu tentang kamu”
               “Tiara..waktu yang kamu berikan untuk aku sendiri, silaturahimmu ke mama papa mbak lia dik vivi dan juga doamu untuk kebaikan kita selama ini, itu sudah cukup buat aku Ra. Tiara..tolong bantu aku untuk bisa jadi imam yang baik buat keluargaku dan aku yakin kamu bisa melakukannya Ra. Kamu adalah wanita yang selain mama mbak lia n dik vivi bisa mengerti aku, maaf jika ini menurutmu hanyalah bualan tapi aku mengatakannya dengan jujur dan kamu tahu, aku gak mungkin bisa ngomong seperti ini di depan kamu” jelas mas Doni panjang
                “Tapi aku masih kuliah”
                “Beberapa bulan lagi kan uda lulus. Jika Ibu Bapak yang menjadi pertimbanganmu, nanti aku yang akan nemjelaskan ke beliau, lagian mana mungkin Ibu Bapak nolak aku” suara mas Doni mencairkan suasana
                “Gimana?” tanya mas Doni meyakinkan
                “Bismillahirrahmanirrahim...aku tunggu mas Doni dirumah ya”
                “Alhamdulillah...makasii ya Tiara. Setelah dapat restu Ibu Bapak ntar kita lanjutin ya obrolannya”
                “Iya,sebaiknya begitu. Tapi gimana ma mama papa?” tanya Tiara ragu
                “Kok kamu baru nanya? Gak mungkin donk aku nanya kamu kalau mama papa ga ngasih restu..”
                “Ooohh...Alhamdulillah” lega Tiara mendengarnya
                “Gini aja dulu ya Ra...selamat belajar, Assalamu’alaikum”
                “Wa’alaikumussalam”
Obrolan yang baru dimulai setelah dua tahun terpisah tapi seperti orang yang sudah sering kali ngobrol tanpa ada kecanggungan didalamnya. Tiara yakin, penantiannya tidak akan pernah sia-sia, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan Allah adalah sebaik-baik penolong yang patut diharapkan.

* * * * *

Comments