KADO TERINDAH DAN TERISTIMEWA (Part5-end)


                Hari yang dijanjikan mas Donipun tiba, 23 Maret. Malam itu untuk yang pertama kalinya Tiara bertemu dengan mas Doni setelah kira-kira dua tahun mereka tidak bertemu dan bagi Tiara, mas Doni masih sama seperti mas Doni yang ia kenal dulu, tidak ada yang berubah.
                Dirumah mungil Tiara itu, dua keluarga dengan ijin Allah menetapkan hari untuk melangsungkan akad nikah Tiara dan mas Doni. Pengertian yang diberikan mas Doni mampu membuat orangtua Tiara menyetujui niat baik mas Doni dalam meminang Tiara dan sekaligus menentukan tanggal bagi pernikahan mereka, 26 April.
* * * * *
                “Hah??! Yang bener Ra? Kamu nikah bulan depan? Ma mas Doni?” kabar yang dbawa Tiara tentu saja membuat Retno kaget dan senang
                “iyaaaa cantiiikk...tapi jangan kasih tau temen-temen dulu ya?”
                “Oke, beres bos!!”
Tiara menikmati hari-hari menyambut hari kebahagiaannya untuk menggenapkan setengah Agamanya bersama orang yang ia cintai. Begitu juga dengan calon mempelai laki-laki yang dalam waktu bersamaan mendapatkan dua kebahagiaan, profesi dan keluarga kecil yang sudah lama ia impikan. Tiga hari menjelang hari H, Tiara pulang ke Surabaya mempersiapkan dirinya demi acara sakral tersebut. Persiapan yang dilakukan benar-benar seperti yang diharapkan Tiara, prosesi akad nikah yang sederhana dilanjutkan dengan ramah tamah bagi keluarga dan tetangga dekat saja yang menjadi saksi bersejarah itu.
                Hari yang dinantikanpun tiba, pengantin laki-laki bersama keluarga laki-laki berada diruang tamu dan serambi depan sedangkan pengantin wanita bersama para wanita lainnya berada diruang tengah. Mas Doni mengucapkan janji suci itu dengan yang lancar,
                “Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bi mahril madzkur, ala manhaji kitabillah wa sunnati Rasulillah! Aku terima nikah dan kawinnya (Tiara Diandra binti Hamdi Handoko) dengan mahar yang telah disebut, diatas manhaj kitab Allah dan sunnah Rasulullah!”
Seketika terdengar sahutan Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khair dari para saudara dan tetangga yang hadir.
Air mata Tiara mengalir, tak berhenti bibir dan hatinya berucap syukur Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah Allahu akbar.

                                                        THE END
* * * * * * *

Comments